Haii ! I'm back again! Yes! It's been a while. Sekarang aku lagi menjalani work from home, karena lagi musim pandemi Covid-19. Gimana kabar kalian? Semoga dalam keadaan sehat dan semoga kita semua diberi perlindungan, aamiin.
Akhir-akhir ini aku lagi sibuk banget ngurusin kerjaan. Emang sih kerjaan mah gak akan ada habisnya. Semenjak work from home itu, kerja makin gak ada waktu, malem masih kerja dan weekend pun masih jam kerja, bahkan tanggal merah gak berasa... ya kerja aja terus. Di sisi lain aku bersyukur banget,
Rumah itu seperti punya nyawa, disaat kosong, ada saja hal-hal yang membuat beberapa bagian di dalam rumah tersebut rusak, sepeti platform yang bocor, keramik yang retak, atau… tembok yang retak. Namun, ketika kita mengisinya, jarang ada masalah pada rumah, seperti platform rumah yang tidak pernah kita sentuh pun tidak akan rusak. Padahal, kosong dengan tidak kosong pun tidak berbeda jauh, sama-sama tidak menyentuh platform atau merusak keramik, seolah-olah rumah memiliki nyawa, saat ada orang di dalamnya, maka rumah akan terasa lebih hidup.
Sama seperti kamu. Kamu itu
Foto When We Were Young (source: Mydramalist)
Sepanjang tahun 2018 - 2019 ini aku lagi kecanduan sama Chinese Drama. Gak nyangka aja, beberapa drama yang aku tonton itu berkualitas banget isi cerita, karakter, dan plot nya. Aku baru saja selesai nonton Chinese Drama When We Were Young, drama persahabatan dan romance dengan latar belakang tahun 1996. Drama ini mengingatkan aku dengan drama Korea Reply 1997 dan Reply 1988, walaupun isi ceritanya beda banget.
Geng Sepeda When We Were Young (Source: Mydramalist)
Sebelumnya, aku perkenalkan