No matter which path you choose,
it's normal to have a lingering attachment to the paths you didn't choose.
That's why there's no such thing as a choice without regrets.
That's why there's no such thing as a right answer in life.
You need to believe that the path you choose is the right answer and make it the right answer.
That's all.
Sedari kecil aku memang suka banget sama manga, tapi kalau sekarang sih udah jarang baca manga, lebih suka nonton anime nya atau nonton drama Jepang hehehe.... Jadi teringat manga, waktu itu sempet iseng search Japanese Movie yang diangkat dari manga. Sekalinya ketemu ada nama Takeru Sato muncul (Cowok Jepang yang udah bikin aku kesemsem sendiri kalau liat mukanya!). Ganteng sih gak... tapi... sangat kharismatik... lalu... bikin deg-deg-an... pandangan matanya itu loh.... trus cara dia bicara, ketawa.....ah... entahlah.... aku jadi kebawa suasana setiap kali membayangkan wajah Sato. Anyway, kali
Ada banyak hal yang aku suka dari film Jepang. Isi kejadiannya sesuai dengan kehidupan sehari-hari dikemas dengan jalan cerita yang ringan dan simple, tapi tidak miskin cerita, namun membuat cerita itu menjadi kaya karena banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari film tersebut. Well, tidak jarang setiap kali aku selesai menonton film Jepang, aku pasti sulit move on. Dalam kata lain aku tidak bisa berhenti memikirkan film yang baru saja aku tonton, aku terus memikirkannya hingga sampai-sampai aku menonton film yang sama 2 hingga 3 kali (kalo ini
Aku jadi teringat sewaktu kecil dulu. Sekitar umur 2-3 tahun aku tinggal di Cipinang, waktu itu adik aku belum lahir. Lalu ada ritual yang selalu aku hindari setiap sore... yaitu "keramas." Ya, aku paling benci keramas. Kau tahu kenapa? aku gak suka sewaktu busa shampoo mengenai mata, sehingga mataku perih dan menjadi merah. Namun, mamah tidak akan membiarkan aku begitu saja. Selama hampir 1 minggu aku selalu diseret oleh mamah, dimandikan dan dikeramas setiap hari. Bayangkan! SETIAP HARI! hal yang paling aku benci, tapi harus aku jalani setiap hari, setiap sore, setelah Ashar, tepatnya setelah mamah pulang kantor. Mau tidak mau setiap keramas aku selalu menangis kencang. Kencang sekali, hampir menjerit karena takut oleh air, dan takut mata